“Seengaknya, kelak aku masih punya kamu”
Aku tarik nafas dalam-dalam, ketika setiap key di keyboard
ini tertekan kemudian menjadi sebuah rangkaian kata dan kalimat.
Aku selalu tersentak tiap kali mendengar kabar yang entah akan bermakna apa, entah
menghasilkan apa, entah berujung apa
Yang aku tau, aku hanya ingin membiarkan sesak itu keluar
begitu saja, pergi dalam diriku
Ya, skalipun hanya lewat beberapa tetes air yang keluar dari
mata yang sayu
Aku kembali menarik nafas dalam dan lebih dalam, aku hanya
ingin mencoba merelakan sesuatu yang sepertinya di luar kendaliku, sesuatu yang
seharusnya tidak aku harapkan
Tapi apa jadinya aku tanpa harapan, mungkin jasad dan jiwaku
tak kan lagi bergerak
Tuhan maha baik, dalam setiap ujianNya pasti ada jalan untuk
melaluinya dan menyelesaikannya,,
amiin