Kamis, 27 Juni 2013

“Seengaknya, kelak aku masih punya kamu”

“Seengaknya, kelak aku masih punya kamu”

Aku tarik nafas dalam-dalam, ketika setiap key di keyboard ini tertekan kemudian menjadi sebuah rangkaian kata dan kalimat.

Aku selalu tersentak tiap kali mendengar kabar  yang entah akan bermakna apa, entah menghasilkan apa, entah berujung apa

Yang aku tau, aku hanya ingin membiarkan sesak itu keluar begitu saja, pergi dalam diriku

Ya, skalipun hanya lewat beberapa tetes air yang keluar dari mata yang sayu

Aku kembali menarik nafas dalam dan lebih dalam, aku hanya ingin mencoba merelakan sesuatu yang sepertinya di luar kendaliku, sesuatu yang seharusnya tidak aku harapkan

Tapi apa jadinya aku tanpa harapan, mungkin jasad dan jiwaku tak kan lagi bergerak

Tuhan maha baik, dalam setiap ujianNya pasti ada jalan untuk melaluinya dan menyelesaikannya,,


amiin

Tidak ada komentar:

Posting Komentar