Rabu, 21 Januari 2015

Selamat Datang Hidup Baru

Allhamdulillah,,
setelah cukup lama tak ada postingan apapun, bahkan hampir lupa nama blognya sendiri, saat ini bisa nulis lagi, tentunnya dengan segala sesuatu yang serba baru. Bagaimana tidak ?? Postingan terakhir tertanggal, 27 Juni 2013 saat itu mungkin jadi saat-saat akhir "kegalauan remaja" ahahahah,, sekalipun tentunya tidak murni masih menjadi remaja.
Yang masih teringat jelas adalah, awal bulan Juni 2013 adalah saat di mana hampir berakhirnya hubungan dengan seseorang yang sekarang menjadi Suami tercinta dan Ayah dari anak tercinta.
Allah Maha Baik, siapa sangka bahwa akhirnya saat ini saya sudah menjadi istri dari orang yang duluuuuuu banget saya harapkan jadi pacar saya. Takdir Allah memang serba unik, serba cantik, dan yang jelas adalah selalu terbaik buat kita. Menang gak selalu mulus, tapi berusaha terbaik buat hidup kita itu harus.
Mulai saat ini, mungkin udah gak jamannya galau2an, gak ada postingan alay bin lebay seperti jaman2 muda dulu.
Siapa sangka, saat ini saya telah menjadi seorang istri tercinta dari suami hebat Bayu Hariawan. Beberapa tahun lalu, sekitar 2010/2011 pertemuan pertama kali terjadi di Kantor Cabang Jogja, pertemuan yang tidak disengaja bahkan bisa dibilang hanya sekedar ngeliat bayangannya hahahah. Cari sana cara sini, ketemu dah di Facebook namanya Bayu Hariawan, add, approve dan ngliat posting2annya,, ups,, sudah berpacaran. Mundur teratur donk ya, cari aman mending sekedar terhubung di facebook saja, saat itu iman lagi kuat2nya jadi ndak sampe tergoda sekalipun wajah dan penampilan bak orang India.
Singkat cerita, tak ada yang istimewa hingga akhirnya di awal 2013 saya dipindahkan ke Kantor Unit Jogja, yang artinya juga jadi temen sekantor calon suami yang saat itu masih sekedar teman biasa.Entah kenapa dan entah bagaimana ceritanya, perkenalan biasa aja, pertemanan juga biasa aja,, cuma ibaratnya curi-curi pandang,, hahahah,, lucu juga sih kalo inget, karna satu sama lain sama-sama tidak pernah secara terus terang menyampaikan isi hatinya, tau2 deket tau2 dicomblangin hingga sekitar bulan Mei sudah diultimatum sama manajemen kantor, bahwa sesama pegawai dilarang menikah.
hemhhh,, tarik nafas panjang,, awalnya semunya antara yakin dan tak yakin. Apalagi beberapa kali hubungan sebelumnya selalu saja berakhir akibat dari ultimatum itu,, yang jelas bukan saya yang mengakhiri.Dalam benak saya, ada keyakinan bahwa hidup mati, jodoh dan riski pastilah sudah digariskan indah olehNya. Saya yakinkan diri saya dan calon suami saya, hingga awal bulan Juni 2013 pertama kali diperkenalkan ke Pati bertemu dengan orang tuanya.
Pertemuan spontan itu sedikit banyak merubah pemikiran saya, bahwa tidak perlu memaksakan sebuah hubungan apabila tanpa restu. Adapun restu itu, harus menunggu waktu dengan banyak kemungkinan yang sewaktu-waktu bisa berubah. Pasrah, dan intinya tidak mungkin kami melanjutkan hubungan ini lebih serius dalam jangka waktu dekat. Mengingat memang usia kami yang masih terhitung muda serta beberapa alasan lainnya.
Pulang ke jogja, pikiran sudah kemana2,,
Lanjutkan saja hidup ini, tanpa harus memaksakan menikah di tahun itu dan dengan lelaki itu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar